tak pernah usang di telan jaman
cerita tentang siapa kita sebenarnya, dan untuk apa kita ada di dunia ini.
Sabtu, 16 April 2011
Minggu, 27 Februari 2011
Komunikasi
Suatu ketika ada seseorang yang memiliki perbedaan sikap yang lumayan mendasar dengan temannya, yang satu sensitif hatinya, yang satunya adalah yang egois atau apalah namanya, apatis-pun juga bisa juga. Ketika itu terjadi maka banyak sekali ditemui sebuah konflik batin diantara keduanya, tapi itu sebenarnya semua akan dapat teratasi, oleh sebuah hati yang tak pernah lelah untuk memberikan suatu pikiran yang positif akan suatu keadaan.
Pagi itu sebenarnya mulai dari konflik ini, ada suatu janji yang dimiliki oleh teman yang sensitif ini, sebut saja Lorius, sebenarnya ini juga sudah diketahui oleh temannya, yang biasa disebut Spiza, namun entah sengaja atau bagaimana tidak diberitahukan kepada Lorius untuk mengingtkannya. Yah, apalah artinya, ibarat nasi sudah menjadi bubur, tak ada bisa yang membalik waktu, walaupun sebenarnya bubur juga enak sih, tapi ketika itu buburnya tadi ga enak banget, masak sambil senyum-senyum bilangnya, "hehehe ga ikut acarnya ya, telat ya?", huuft benar-benar membuat bubur ini jadi enek untuk dimakan.
Ketika peristiwa pertama itu terjadi, sering muncul hal yang tidak diinginkan, selalu berharap yang kurang baik ma Spiza, atau berpikiran yang negatif ma dia, ini yang membuat hati jadi lebih gelap, segelap hajar aswad yang berubah hitam gara-gara dosa manusia ini.
Peristiwa ini terkadan sudah mulai dilupakan, tetapi ada lagi yang terulang, ini lebih parah lagi bagi Lorius sama-sama mempunyai kewajiban, tapi untuk kali ini seolah-olah Spiza tidak memerhatikan Lorius yang tak sadar akan kelupannya atas kewajiban itu, yaah apa boleh buat, Lorius pun akhirnya tetap menjalankan kewajiban itu walau sangat telat. Ini juga merupakan yang membuat kurang simpatiknya Lorius kepada Spiza.
Waktu terus bergulir, nampaknya tidak ada perubahan dari yang terlukis dari wajah Spiza, Lorius-pun tak beranjak dari kehidupan sensitifnya yang tidak mau untuk memberikan penjelasan ke Spiza atas tindakannya itu. Kehidupan itu jadi semakin terjadi jarak yang jauh.
Akhirnya cahaya itu muncul, sebuah cahaya yang terang, bahwa sebenarnya yang kurang adalah komunikasi yang baik antar Lorius dan Spiza. Komunikasi mulai dibangun, Lorius tak lagi memendam rasa yang dirasa sangat merugikan bagi dirinya. Spiza-pun mulai mengerti arti dari semua itu. Spiza juga tak menolak, bahkan menerima saran-saran, teguran yang diberikan oleh Lorius.
Keajaiban memang telah muncul, suatu keadaan yang kacau ini akhinya telah selesai dpecahkan, ada satu kata yang bisa kita ambil "KOMUNIKASI". Komunikasi ini sangat berarti dalam sebuah persahabatan. Sebuah komunikasi ini akan membuat suatu keadaan akan menjadi lebih indah, bahkan lebih baik daripada sebelumnya. Sebuah kekurangan akan bisa dilengkapi dengan kelebihan orang lain jika mereka mampu untuk saling berkomunikasi. Komunikasi adalah yang paling penting dalah sebuah hubungan dengan orang.
Rabu, 23 Februari 2011
Sebuah perpisahan

Datangku tuk berkunjung, terlihat elok ini tempat singgah.
Sebuah tempat sederhana nan tenang tanpa ada gangguan.
Terlihat jauh dari bahaya yang mengintai.
Sosok yang susah tuk dijangkau, tapi sangat menantang untuk ditempati.
Pernah terpikir tuk menetap disini, tapi sangkarku terlalu sayang tuk ditinggal.
Sangkarku sangkar kecil.
Tapi terasa istana tuk hati yang gundah gulana.
Terasa tiap hari adalah suara bahagia.
Tawa canda selalu menggema diujung jalan.
Semua selalu ada di sini.
Terasa kerajaan nan jaauh dari kesengsaraan, penuh bahagia kami tinggal.
Semua selalu ada, selalu ada bagai peri.
Indah rupa, indah langkah, semua selalu terbayang bahwa mereka selalu ada untuk kita.
Terlalu indah tuk mulai menjauh.
Tapi semua jadi sesak.
Enggan yang lain tuk menjauh, hidup jadi sesak.
Generasi penerus, harus jua merasakan sangkar ini.
Tak apalah, aku yang jauh.
Tak apalah niat tuk berbagi.
Akhirnya ulir ini jadi juga tuk ditempati.
Ulir nan jauh dari rumah.
^^
Senyum itu mengembang untuk pertama.
Senyum itu menyambut diri dengan terbuka.
Tangan ini terasa sangat disambut dengan lembut.
Semoga ulir ini, sejalan dengan apa yang ada sebelumnya.
Minggu, 20 Februari 2011
Sebuah Pilihan

Seberapa seringkah anda berfikir tentang diri anda?
Seberapa seringkah anda berfikir mengapa anda beraada pada kondisi yang sekarang?
Seberapa sering anda mengatakan seharusnya aku memilih hal itu.
Huffht, hidup memang sebuah pilihan yang sulit, dan kenapa harus kita yang mengalaminya? karena Sang Maha Pencipta kita tahu, bahwa kita mampu untuk melaluinya, anda tahu?kalau anda masih merasa Pencipta kita kurang adil, berarti anda belum memahami arti dari kepercayaan Pencipta kita.
Poin penting yang harus kita ambil adalah Allah selalu ada di setiap langkah kita, maka janganlah takut akan itu semua. Sebuah pilihan, jika kita memilihnya karena ketulusan, keikhlasan, dan rasa percaya kita bahwa Allah selalu memberi kita yang terbaik, maka kita akan mampu menjalani apa yang kita pilih tersebut.
Janganlah mengeluh saat pilihan dari hati nurani kita itu tidak sesuai, lebih tepatnya belum sesuai dengan apa yang kita harapkan, mengapa?karena Allah selalu memberikan jalan terbaik untuk kita. Jangan pernah mengatakan "andai dulu aku milih yang ini", lupakan kata itu, ganti dengan "dengan pilihanku ini, akan aku buktikan bahwa aku tidak salah, dan akan memberikan yang terbaik dari apa yang telah aku pilih ini".
Memang terlalu arogan bila mengatakan pilihan ini selalu yang terbaik untuk kita, namun dalam hal ini kita hanya berbeda pandangan dengan yang Maha Pencipta kita, yang kita anggap terbaik untuk kita belum tentu yang terbaik untuk Dia, maka jika kita bisa bersabar dan ikhlas maka kita akan bisa memetik buah dari kesabaran itu.
"Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang yang sabar"
Sepenggal kata dari penulis, semoga bermanfaat untuk penulis sendiri, dan untuk kita semua.
Sebuah Awal

Alhamdulillah, akhirnya ngeblog juga.
Yup, sudah lama ada keinginan untuk melakukan hal ini tapi pasti ada suatu ganjalan, semoga dengan adanya blog ini akan membuat diri ini semakin mengerti dunia di luar sana.
Belajar membuat blog? yup, belajar. Semua adalah proses belajar.
Suatu hal yang pasti adalah hidup adalah belajar, dimana ada seseorang yang sudah tidak mau belajar, maka sudah matilah dia secara pikiran. Semua yang ada di dunia ini pasti akan didapat hikmahnya, maka sebagai manusia pasti akan berusaha mengambil manfaatnya.
Kawan, tiada yang lebih menyenangkan di hidup ini selain berbagi, semoga dengan adanya blog ini bisa membantu menjadi orang yang bisa berbagi dengan siapapun, dan memberi manfaat kepada siapapun juga.