Satu lagi, inilah yang disebut dengan suatu keajaiban. Rasa itu hilang dengan sendirinya. Hilang tanpa sebab yang jelas. Rasa itu menjadi sebuah persaudaraan lagi yang lebih utuh daripada sebelumnya.
Suatu ketika ada seseorang yang memiliki perbedaan sikap yang lumayan mendasar dengan temannya, yang satu sensitif hatinya, yang satunya adalah yang egois atau apalah namanya, apatis-pun juga bisa juga. Ketika itu terjadi maka banyak sekali ditemui sebuah konflik batin diantara keduanya, tapi itu sebenarnya semua akan dapat teratasi, oleh sebuah hati yang tak pernah lelah untuk memberikan suatu pikiran yang positif akan suatu keadaan.
Pagi itu sebenarnya mulai dari konflik ini, ada suatu janji yang dimiliki oleh teman yang sensitif ini, sebut saja Lorius, sebenarnya ini juga sudah diketahui oleh temannya, yang biasa disebut Spiza, namun entah sengaja atau bagaimana tidak diberitahukan kepada Lorius untuk mengingtkannya. Yah, apalah artinya, ibarat nasi sudah menjadi bubur, tak ada bisa yang membalik waktu, walaupun sebenarnya bubur juga enak sih, tapi ketika itu buburnya tadi ga enak banget, masak sambil senyum-senyum bilangnya, "hehehe ga ikut acarnya ya, telat ya?", huuft benar-benar membuat bubur ini jadi enek untuk dimakan.
Ketika peristiwa pertama itu terjadi, sering muncul hal yang tidak diinginkan, selalu berharap yang kurang baik ma Spiza, atau berpikiran yang negatif ma dia, ini yang membuat hati jadi lebih gelap, segelap hajar aswad yang berubah hitam gara-gara dosa manusia ini.
Peristiwa ini terkadan sudah mulai dilupakan, tetapi ada lagi yang terulang, ini lebih parah lagi bagi Lorius sama-sama mempunyai kewajiban, tapi untuk kali ini seolah-olah Spiza tidak memerhatikan Lorius yang tak sadar akan kelupannya atas kewajiban itu, yaah apa boleh buat, Lorius pun akhirnya tetap menjalankan kewajiban itu walau sangat telat. Ini juga merupakan yang membuat kurang simpatiknya Lorius kepada Spiza.
Waktu terus bergulir, nampaknya tidak ada perubahan dari yang terlukis dari wajah Spiza, Lorius-pun tak beranjak dari kehidupan sensitifnya yang tidak mau untuk memberikan penjelasan ke Spiza atas tindakannya itu. Kehidupan itu jadi semakin terjadi jarak yang jauh.
Akhirnya cahaya itu muncul, sebuah cahaya yang terang, bahwa sebenarnya yang kurang adalah komunikasi yang baik antar Lorius dan Spiza. Komunikasi mulai dibangun, Lorius tak lagi memendam rasa yang dirasa sangat merugikan bagi dirinya. Spiza-pun mulai mengerti arti dari semua itu. Spiza juga tak menolak, bahkan menerima saran-saran, teguran yang diberikan oleh Lorius.
Keajaiban memang telah muncul, suatu keadaan yang kacau ini akhinya telah selesai dpecahkan, ada satu kata yang bisa kita ambil "KOMUNIKASI". Komunikasi ini sangat berarti dalam sebuah persahabatan. Sebuah komunikasi ini akan membuat suatu keadaan akan menjadi lebih indah, bahkan lebih baik daripada sebelumnya. Sebuah kekurangan akan bisa dilengkapi dengan kelebihan orang lain jika mereka mampu untuk saling berkomunikasi. Komunikasi adalah yang paling penting dalah sebuah hubungan dengan orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar